Dewasa ini, hampir semua sendi kehidupan yang kita jalani sangat bergantung pada teknologi. Salah satu diantara sekian banyak teknologi yang saat ini sangat diminati masyarakat adalah samrtphone. Bahkan smartphone kini sudah dapat dikatakan sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Bisa dikatakan bahwa 'tidak pakai samrtphone, maka tidak keren'. Penggunaan samrtphone sendiri saat ini bukan hanya diminati oleh penduduk-penduduk kota saja, akan tetapi mulai merambah ke dunia-dunia perkampungan yang notabene masih terpencil. Masuknya dunia smartphone ke perkampungan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Sebab selain memiliki dampak positif, smartphone juga memiliki banyak dampak negatif khususnya bagi setiap aspek kehidupan di kampung. Berikut Zona Panrita akan membeberkan setidaknya tiga dampak negatif smartphone bagi penduduk kampung.
1. Samartphone Sedikit Demi Sedikit Mengubah Tradisi
Perkembangan dunia telepon genggam yang semakin pesat hingga masuk ke pelosok-pelosok perkampungan sedikit demi sedikit mulai mengubah tradisi yang telah tertanam secara turun-temurun. Sebagai contoh, jika pada zaman dahulu saat sore hari menjelang, dapat kita lihat penduduk-penduduk kampung mulai dari anak-anak kecil hingga orang tua yang telah lanjut usia berkumpul untuk bercengkerama di sudut-sudut jalan atau pos-pos ronda. Sekarang hal seperti itu sudah sangat jarang kita temui, sebab kebanyakan penduduk baik anak-anak maupun para orang tua lebih memilih menjemput malam dengan bermain smartphone di rumah masing-masing.
2. Smartphone Mengubah Hubungan Sosial
Semakin berkembangnya penggunaan telepon genggam juga akan mengubah hubungan sosial penduduk kampung. Sebagai contoh, jika ada kegiatan-kegiatan sosial seperti kerja bakti, sekarang sudah tidak kita temui lagi penduduk kampung yang ramai berbondong-bondong untuk melaksanakan kegiatan tersebut, melainkan hanya beberapa orang saja yang terlihat peduli dengan adanya kegiatan semacam ini. Yang lain? Juga ikut, tetapi hanya sekedar mengambil gambar dengan smartphonenya kemudian dibagian di timeline media sosial masing-masing.
3. Teknologi Mengubah Perilaku Anak-anak Kampung
Jika beberapa tahun yang lalu kita mengenal anak-anak kampung yang ramah dan sopan, saat ini sebagian besar anak-anak kampung sudah mulai kehilangan hal tersebut. Bisa kita lihat jika anak-anak kecil berjalan melewati sekumpulan orang yang lebih tua, sudah jarang kita temui adanya kata tabe'(baca: permisi) sambil membungkukkan badan sebagai tanda hormat, malah anak-anak kampung zaman sekarang terlihat seperti memiliki watak pemberontak. Tidak adanya filter atau penyaring informasi pada smartphone sehingga anak-anak dapat lebih mudah menyerap informasi apa saja dari internet sehinggal hal ini terjadi.
Itulah beberapa dampak perkembangan teknologi khususnya smartphone bagi kehidupan masyarakat perkampungan. Perkembangan dunia smartphone tentu juga memiliki dampak yang positif, sehingga penggunaan teknologi yang bijak serta kemampuan dalam menyaring informasi lah yang dapat mencegah tergerusnya budaya-budaya dan kearifan lokal yang telah tertanam sejak zaman nenek moyang kita.

0 Komentar