Ramadhan tahun ini telah memasuki fase sepuluh hari terakhir. Tentu saja, banyak kaum muslimin akan semakin semangat dan berlomba-lomba untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. Sepuluh hari terakhir di bulan suci yang penuh dengan keberkahan ini, setiap tahunnya akan menjadi sarana bagi setiap muslim untuk terus berusaha menggapai setiap keutamaan yang terkandung di dalamnya.
Salah satu hal yang menjadi landasan sehingga banyak orang yang semakin giat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya adalah karena pada sepuluh malam terakhir di Bulan Ramadhan terdapat satu malam yang kemuliaannya lebih baik daripada seribu bulan. Malam tersebut bernama Lailatul Qadr. Lantas apa saja keajaiban-keajaiban yang terkandung di malam tersebut? Berikut Zona Panrita akan memamparkannya, yang dikuti dari Buletin As-Sunnah, diterbitkan oleh YPI An-Nashihah Buton.
Gambar: Lailatul Qadr (Sumber: iradiofm.com)
Allah Ta'ala berfirman,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
. إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ .
Dengan menyebut nama Allah yang maha Pengasih Lagi maha Penyayang.
“ Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemulian (1). Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? (2). Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan (3). Pada malam itu para malaikat dan malaikan Jibril turun dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan (4). Ada keselamatan sampai terbit fajar (5).
1. Makna Lailatul Qadr
Terdiri dari dua kata, yaitu lafadz " lailah " & lafadz " al-qadr ". Lailah artinya malam hari, bermula dari terbenamnya matahari hingga terbitnya fajar subuh. penggunaan kata malam ini dimaklumi di dalam bahasa Arab. Adapun " Al Qadr " mempunyai beberapa makna, di antaranya, Kemuliaan (sebagaimana diterangkan pada ayat ke-2 & 3). Terkadang juga bermakna Taqdir & terkadang juga bermakna Penyempitan. Allah Ta’âlâ berfirman, “ Pada malam itu, dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah ” [Ad-Dukhân, 4] [1].
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang lailatul qadr, " Sesungguhnya (lailatul qadr) itu (berada pada) malam kedua puluh tujuh atau kedua puluh sembilan, dan sesungguhnya para malaikat di muka bumi pada malam itu lebih banyak daripada jumlah batu-batu kerikil ” (HR. Ath-Thayâlisy, Ahmad, Ibnu Khuzaimah & Abu Ya’la) [2] dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu. dihasankan oleh Syaikh Al-Albany rahimahullâh dalam Silsilah Al-Ahâdits Ash-Shahîhah.
2. Keutamaan Malam Qadr
a) Malam diturunkannya Al Qur’an.b) Malam yang diagungkan.
c) Pahala beramal pada malam itu lebih baik dari beramal selama 1000 bulan. Hal ini diterangkan juga di dalam hadits, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, " Padanya, terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang diharamkan kebaikannya, maka ia telah (betul-betul) diharamkan ” (HR. Ahmad, An-Nasâ`iy & selainnya) [3], dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu. dishahihkan oleh Al-Albany dalam Tamâmul Minnah.
d) Malam yang turun padanya seluruh para Malaikat & Malaikat Jibril.
e) Malam penetapan taqdir tahunan.
f) Malam yang penuh dengan keselamatan hingga terbitnya fajar.
g) Malam yang penuh dengan pengampunan, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Dan siapa saja yang berdiri (untuk shalat pada) malam qadr karena keimanan & pengharapan pahala, maka akan diampuni untuknya apa yang telah berlalu dari dosanya ” (Muttafaq ‘alaihi [4], dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu.
3. Waktu Terjadinya Malam Qadr
Di dalam ayat di atas tampak jelas, bahwa ia terjadi di Ramadhan. Adapun hadits di antaranya, hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Carilah lailatul qadr pada malam ganjil di antara sepuluh malam terakhir Ramadhan ” (Muttafaq ‘alaihi) [5]. Dan juga ada hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallâhu ‘anhu Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Carilah (lailatul qadr) pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, pada sembilan malam tersisa, pada tujuh malam tersisa, pada lima malam tersisa ” (HR. Al-Bukhâry) [6].
4. Tanda-tanda Malam Qadr
b) Malam yang tenang lagi sejuk.
c) Malam yang tidak terlihat ada bintang jatuh,
d) Malam yang di pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya yang tidak menyilaukan, seluruhnya diterangkan di dalam hadits Ubadah bin Ash-Shâmit radhiyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, " Sesungguhnya tanda lailatul qadr adalah jernih lagi terang, seakan-akan padanya ada bulan yang terang-benderang, tenang lagi sejuk, tidak ada dingin padanya tidak pula panas, dan tidak pula ada penghalalan pelemparan bintang pada malam itu hingga pagi, dan sesungguhnya tandanya adalah bahwa pada pagi hari, matahari keluar dengan sempurna tanpa ada kesilauan padanya, seperti bulan pada bulan purnama dan Syaithan tidak halal untuk keluar bersama (lailatul qadr) pada hari itu “ (HR. Ahmad) [7]. dihasankan oleh Al-Albany karena beberapa pendukungnya.
e) Malam yang bulan tampak, yang (bulan) itu seperti potongan baskom, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata, Kami pernah membicarakan tentang lailatul qadr di sisi Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda,“ Siapakah di antara kalian yang mengingat ketika bulan tampak, yang (bulan) itu seperti potongan baskom….? ” (HR. Muslim) [8].
f) Malam yang turun hujan padanya, sebagaimana di dalam hadits Abdullah bin Unais radhiyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berasabda, " Telah diperlihatkan kepadaku lailatul qadr, kemudian aku dilupakan, dan aku melihat bahwa aku sujud di atas air dan tanah pada pagi hari ” (HR. Muslim) [9].
5. Amalan yang di amalkan pada malam Al Qadr
Sebab di antara penafsiran lafadz “ Keselamatan “ pada ayat ke-5, ucapan salam para malaikat kepada hamba-hamba yang beramal pada malam itu. Maka amalan di sini meliputi seluruh amalan shalih, namun ada amalan-amalan khusus berkaitan dengannya,
a) Shalat malam, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Siapa yang berdiri (shalat) pada lailatul qadr karena keimanan & mengharap pahala, maka akan diampuni untuknya apa telah berlalu dari dosanya ” (Muttafaq 'alaihi) [10].b) Menghidupkan malam dengan ibadah, sebagaimana di dalam hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, beliau berkata, “ Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bila sepuluh malam (terakhir) telah masuk, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya & membangunkan keluarganya ” (Muttafaq ‘alaihi) [11].
c) Membaca Al Qur’an, berdasarkan keumuman ayat, “ Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkan padanya dalamnya Al Quran " [Al Baqarah, 184].
d) Memperbanyak doa & istighfar, di antara doa yang warid dalam hal ini adalah sebagaimana dalam hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ, ia berkata, wahai Rasulullah, Bagaimana pendapatmu jika aku beramal pada malam al qadr, apa yang aku katakan di dalamnya…? Beliau bersabda, “ Katakanlah, Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai rasa maaf, maafkanlah aku “ (HR. Imam Lima, kecuali Abu Dawud) [12].
e) I’tikaf, sebagaimana di dalam hadits Aisyah radhiyallâhu anhâ, ia berkata, “ Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau, kemudian para istri beliau beri’tikaf setelahnya ” (Muttafaq ‘alaihi) [13].
f) Umrah, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Umrah pada bulan Ramadhan senilai haji bersamaku ” (Muttafaq ‘alaihi) [14].
6. Faidah Ayat
- Penetapan ketinggian Allah.
- Waktu diturunkannya Al Qur’an.
- Keagungan Lailatul Al Qadr.
- Keutamaan Lailatul Al Qadr.
- Keutamaan umat islam.
- Penetapan adanya para Malaikat & Malaikat Jibril.
- Nama lain Malaikat Jibril.
- Penetapan adanya taqdir tahunan.
- Penetapan nama Rabb untuk Allah.
- Akhir waktu Lailatul Al Qadr.
[1] فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم.
[2] إِنَّهَا لَيْلَةُ سَابِعَةٍ أَوْ تَاسِعَةٍ وَعِشْرِينَ إنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ
اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِن عَدَدِ الْحَصَى.
[3] فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنَ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.
[4] وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
[5] تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
[6] الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِيْ سَابِعَةٍ تَبْقَى فِيْ خَامِسَةٍ تَبْقَى.
[7] إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَراً سَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لاَ بَرْدَ فِيهَا وَلاَ حَرَّ وَلاَ يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.
[8] أَيُّكُمْ يَذْكُرُ حِينَ طَلَعَ الْقَمَرُ وَهُوَ مِثْلُ شِقِّ جَفْنَةٍ.
[9] أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيتُهَا وَأَرَانِيْ صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِيْ مَاءٍ وَطِينٍ.
[10] مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
[11] كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.
[12] أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.
[13] يا رسول الله أرأيت إن علمت اي ليلة ليلة القدر ما اقول فيها ؟ قال : قولي "اللهم إنك عفو تحب العفو فأعف عني.
[14] عُمْرَةً فِيْ رَمَضَانَ تَقْضِيْ حَجَّةً مَعِيْ.
---------
Buletin As-Sunnah, diterbitkan oleh YPI An-Nashihah Buton. Alamat redaksi : As-sunnah Herbal, jalan Cemara, wangkanapi, Baubau. Penyusun : Bashri Kamaluddin

0 Komentar