Tak Kenal Maka Tak Benar


Tulisan ini saya beri judul Tak Kenal Maka Tak Benar, sebagai gambaran bahwa ketika guru tidak mengenal kondisi kelas (peserta didik), baik kondisi psikologis maupun kondisi lingkungan dengan baik, maka akan terjadi berbagai permasalahan bagi guru dalam melakukan penilaian kepada peserta didik.

Ilustrasi proses belajar mengajar di kelas (Sumber)

Dalam melakukan asesmen atau penilaian di kelas, seringkali terdapat berbagai permasalahan yang timbul. Mulai dari instrumen yang digunakan hingga ketidakjelian guru dalam melihat situasi kelas. Hal inilah yang mengakibatkan sehingga kadangkala nilai peserta didik sangat jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Hal pertama yang sering membuat asesmen atau penilaian tidak berjalan mulus adalah isntrumen  yang digunakan cenderung sulit untuk dijawab oleh peserta didik. Hal ini biasanya karena guru tidak menempatkan peserta didik pada proporsinya. Peserta didik kadangkala dipaksa untuk mengerti pelajaran yang mungkin menurut guru itu hal yang mudah, namun bagi peserta didik itu merupakan hal yang sangat susah. Kejadian seperti ini biasanya terjadi disebabkan guru tidak memikirkan bagaimana ketika ia yang menjadi peserta didik.

Guru yang terlalu idealis juga kadangkala menjadi penyebab munculnya masalah dalam penilaian di kelas. Bgaimana tidak, seorang guru yang terlalu idealis cenderung kaku dan terlalu berpatokan pada kurikulum. Padahal semestinya, guru harus jeli dalam melihat keadaan kelasnya, dimana setiap peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga seharusnya yang dilakukan oleh guru adalah melakukan penilaian yang sesuai dengan kemampuan peserta didik dengan tetap mempertimbangkan ketercapaian kurikulum. Tentu hal yang demikian akan jauh lebih meringankan dan disukai oleh peserta didik. Sehingga diharapkan dengan cara seperti ini, nilai hasil belajar peserta didik akan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam melakukan penilaian di kelas, tentu tidak akan luput dari konsep psikologi pendidikan. Seorang guru yang akan melakukan penilaian hasil belajar peserta didik harus memahami hal tersebut. Sebab jika tidak, makan permasalahan-permasalahan yang timbul terkait dengan penilaian akan semakin banyak. Oleh karena itu, sesuai dengan permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang harus dimiliki guru terkait psikologi pendidikan dalam melakukan penilaian peserta didik, yakni:

1. Guru harus lebih fleksibel dalam mencapaian target kurikulum, jangan terlalu terpaku pada standarisasi kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yang jelas hasil penilaian kelak berorientasi pada ketercapaian kurikulum.

2. Guru harus melihat dan memahami kondisi peserta didik, jangan sampai memberikan penilaian di luar batas kemampuan peserta didik.

3. Jangan terlalu memaksakan peserta didik untuk memahami hal yang memang susah untuk dipahami. Seorang guru hendaknya memiliki sifat inklusif, dengan pemikiran bagaimana kalau dia yang berada pada posisi dan usia peserta didik tersebut. 



0 Komentar