Sobat Panrita pastinya sejak kecil sudah disuguhi pertanyaan ini, kan? Dan sejak kecil itu pula kita menganggap ini hanya sebuah pertanyaan lelucon alias nyeleneh.
Karena hanya dianggap pertanyaan lelucon, maka muncul berbagai spekulasi terkait jawaban atas pertanyaan tersebut. Beberapa jawaban nyeleneh yang muncul adalah:
1. Telur duluan, karena orang-orang bilangnya telur ayam, bukan ayam telur.
2. Tergantung yang mana duluan yang disebut dalam pertanyaan. Misal pertanyaannya adalah yang mana duluan ayam atau telur, maka jawabannya adalah ayam. Kalau pertanyannya diubah yang mana duluan telur atau ayam, maka jawabannya adalah telur.
Bagaimana, jawabannya cukup nyeleneh dan bikin ngakak bukan, Sobat Panrita?
Jawaban-jawaban seperti itu tidak bisa disalahkan, Sobat Panrita. Karena memang sudah sejak awal kemunculannya, tidak ada jawaban ilmiah terkait dengan pertanyaan tersebut. Setidaknya sampai seorang ilmuwan Fisika terkenal bernama Stephan Hawking mengemukakan pendapatnya secara serius.
Hawking mengemukakan bahwa telur-lah yang muncul terlebih dahulu. Namun tidak jelas apa alasan Hawking mengatakan hal tersebut, sehingga pernyataannya dianggap masih belum ilmiah. Meskipun tentu saja banyak orang-orang di seluruh dunia yang percaya karena yang mengemukakan jawaban tersebut adalah salah satu ilmuan paling jenius di dunia.
Lalu apakah Stephan Hawking akan disalahkan karena juga memberikan jawaban tanpa bukti-bukti ilmiah? Hal itu tentu saja tergantung persepsi masing-masing, Sobat Panrita. Satu hal yang pasti adalah, dengan adanya tanggapan Hawking terhadap sebuah pertanyaan yang selama ini dianggap hanya lelucon tersebut, membuat sejumlah ilmuwan mulai serius untuk meneliti dan mencari jawaban ilmiah atas pertanyaan: Lebih Duluan Mana, Ayam atau Telur?
Hingga akhirnya pada tahun 2010 lalu, para peneliti dari Sheffield University dan Warwick University secara khusus melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan ini. Mereka lalu meneliti telur ayam dengan memanfaatkan komputer super milik UK Science Research Council bernama HECToR (High End Computing Terascale Resource).
HECToR adalah adalah sebuah perangkat yang telah diprogram untuk menghasilkan inti tertentu dan sejenis protein bernama Overledidin (OC-17) yang berlangsung kurang lebih selama satu pekan. Sampai akhirnya, peneliti tersebut menemukan bahwa protein yang dibutuhkan untuk membentuk cangkang telur itu secara eksklusif hanya ditemukan di ovarium dari ayam betina.
Sehingga sebagai bukti kuat dan kunci para ilmuwan tersebut untuk menarik kesimpulan adalah senyawa protein OC-17 tersebut. Protein yang berada di ovarium ayam betina ini berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat pembentukan cangkang telur.
Lalu pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah: dari mana ayam pertama berasal?
Nah, Sobat Panrita, untuk pertanyaan satu ini, maka dibahas menggunakan pendekatan evolusi yang dapat memberikan pencerahan terkait hal tersebut. Secara sederhana, teori evolusi dapat diformulasikan sebagai berikut:
Dari formulasi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa apapun nama spesiesnya pada zaman dahulu, ayam telah berevolusi menjadi wujudnya seperti yang kita lihat saat ini.
Evolusi = Seleksi Alam + Mutasi
Dari formulasi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa apapun nama spesiesnya pada zaman dahulu, ayam telah berevolusi menjadi wujudnya seperti yang kita lihat saat ini.
Selain itu, menurut Australian Academy of Science, ayam pertama lahir dan terbentuk dari mutasi genetik yang berasal dari DNA hewan yang berbentuk menyerupai ayam. Adapun hewan yang dimaksud adalah Red Junglefowl atau ayam hutan merah yang bernama latin Gallus gallus.
Masih menurut Australian Academy of Science, mutasi genetik tersebut terjadi pada sel pertama. Selanjutnya, mutasi-mutasi itu menggandakan diri ke setiap sel tubuh lain saat embrio ayam tumbuh. Proses tersebut akhirnya menghasilkan ayam, yang selanjutnya disebut sebagai Gallus gallus domestics.
Gallus gallus sendiri memiliki lapisan telur yang terbilang kurang produktif dan agresif jika dibandingkan dengan hasil mutasinya, Gallus gallus domestics. Sebuah bukti arkeologi menunjukkan bahwa Gallus gallus pertama kali dijinakkan sekitar 10.000 tahun lalu. Namun, analisis DNA dan simulasi matematis menunjukkan ayam sudah ada sejak 58.000 tahun silam.
Jadi, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebelum ayam sejati terbentuk, sudah ada non-ayam yang menjadi cikal bakal ayam pertama penghasil telur. Ayam pertama ini muncul dari non-ayam melalui perubahan dalam DNA.
Bagaimana, Sobat Panrita. Sudah tahu kan jawaban dari pertanyaan legenda ini? Bagikan ke Sobat-Sobat Panrita yang lain ya.

1 Komentar
Belum puas dengan pendapat mereka.....jawaban paling benar menurut saya adalah ayam tercipta dri sang pencipta...manusia dari tanah...sedangkan binatang dri angin
BalasHapus