Tak Kenal Maka Tak Sayang! Mari Mengenal Lebih Dekat Kurikulum Merdeka

Hai, Sobat Panrita. Kali ini kita akan membahas sedikit tentang kurikulum yang akhir-akhir ini kembali berganti dari Kurikulum 2013 (K-13) ke Kurikulum Merdeka (Prototype). 

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita lihat pengertian dari kurikulum berikut ini.

Kurikulum adalah pedoman dasar untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Kurikulum juga dapar dikatakan sebagai program atau rancangan pembelajaran yang berisi materi dan indikator yang harus dilakukan saat pembelajaran, termasuk pencapaian-pencapaian yang harus dilakukan saat pembelajaran. [1]

Nah, selanjutnya ada beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan oleh para pemerhati pendidikan kita, yaitu: 

1) Mengapa harus mengganti kurikulum?
2) Kurikulum merdeka itu apa sih?
3) Apa sih kelebihan dan kekurangan kurikilum merdeka?


Oke, Sobat Panrita. Mari kita bahas satu-persatu

Mengapa Harus Ganti Kurikulum?

Pertanyaan ini memang seringkali menjadi trending topik saat kurikulum pendidikan berganti. Pasalnya, hampir setiap 5 tahun sekali (atau tepatnya setiap pergantian menteri pendidikan) kurikulum baru pasti akan hadir.

Ada banyak spekulasi yang muncul terkait pergantian kurikulum ini. Salah satunya adalah adanya yang mengatakan bahwa kurikulum hanya program unggulan setiap Menteri Pendidikan. Sehingga setiap menteri pendidikan berganti, maka agar lebih dikenang dalam dunia pendidikan, kurikulum sebelumnya harus diganti.

Namun, selain hal yang menjadi spekulasi tersebut, ada berbagai alasan yang lebih masuk akal dibalik bergantinya kurikulum di negeri ini, salah satunya yaitu karena adanya perubahan zaman yang diiringi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan Indonesia yang dinamis mengharuskan setiap saat kurikulum harus diperbaharui agar lebih menyeseuaikan dengan kondisi wilayah dan latar belakang guru maupun peserta didik. Oleh karena itu, sebenarnya penyebutan yang tepat adalah pengembangan kurikulum, bukannya pergantian kurikulum.

Dengan pertimbangan tersebut juga, maka Menteri Pendidikan saat ini, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. berinisiatif mengembangkan dan megganti nama kurikulum pendidikan, dari yang sebelumnya bernama K-13 menjadi Kurikilum Merdeka.

Apa itu Kurikulum Merdeka?

Dilansir dari ditpsd.kemdikbud.go.id, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. [2]

Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran.

Adapun karakteristik dari Kurikulum Merdeka adalah dikembangkan dengan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Berikut ini beberapa karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini. 

1) Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2)Fokus kepada materi esensial sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain literasi dan numerasi

3) Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik [3]

Lalu apa saja keunggulan Kurikulum Merdeka?

Terkait pertanyaan ini, maka berikut adalah beberapa hal yang akan menjadi keunggulan Kurikulum Merdeka:

1) Materi menjadi lebih sederhana, mendalam dan fokus pada materi yang esensial. Oleh karenanya, peserta didik dapat belajar lebih dalam dan tidak terburu-buru.

2) Lebih merdeka atau guru memiliki keleluasaan untuk mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.

3. Lebih relevan dan interaktif yang mana pembelajaran melalui kegiatan proyek yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual. [3]

Nah, sobat Panrita, adapun untuk kekurangan dari Kurikulum Merdeka ini belum dapat dibahas. Hal ini disebabkan karena kurikulum ini masih sangat baru dan belum diiplementasikan secara merata di semua tingkatan Satuan Pendidikan.

Referensi Arikel:



Gambar: 

0 Komentar