Gambar: sapi merupakan indikator deteksi dini PMK
Hola, Sobat Panrita. Kali ini Zona Panrita akan membahas informasi dari dunia kesehatan yang berhubungan dengan hewan.
Nah, Sobat Panrita, bicara tentang kesehatan hewan, saat ini dunia peternakan tanah air maupun di seluruh dunia tengah dilanda dengan salah satu jenis penyakit pada hewan yang disebut Penyakit Mulut dan Kuku atau yang lebih akrab disapa dengan istilah PMK.PMK adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus. PMK kerap kali menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, kijang dan hewan lainnya yang mempunyai bentuk kuku belah. Penularan penyakit ini sendiri sangat cepat dengan morbiditas mencapai 80 sampai 100%, serta angka kematiannya mencapai 5% atau 20% pada hewan muda.
Adapun dari sisi gejalanya, hewan yang paling mudah diketahui mengidapPMK ini adalah sapi. Sehingga sapi menjadi indikator deteksi dini PMK pada hewan. Virus PMK sendiri terdapat pada hampir semua bagian tubuh hewan yang menderita penyakit mulut dan kuku, termasuk di dalam daging, jeroan, susu, kulit, tulang dan juga kotorannya.
Lalu, pasti Sobat Panrita bertanya-tanya. Apakah daging hewan yang terjangkit PMK ini aman untuk dikonsumsi?
Belakangan memang muncul berbagai spekulasi terkait hal ini. Ada yang mengatakan bahwa baik daging ataupun susu hewan terjangkit PMK aman untuk dikonsumsi, tetapi tidak sedikit pula yang mengatakan bahwa daging dan susu hewan dengan penyakit tersebut tidak aman bagi manusia apabila dikonsumsi. Kemudian muncul kaum moderat yang mengatakan bahwa hanya bagian mulut dan kaki yang tidak bisa dikonsumsi, daging dan susu aman-aman saja.
Dari ketiga spekulasi tersebut, menurut Sobat Panrita, pendapat manakah yang paling benar?
Tenang saja, Sobat Panrita, ini bukan soal ujian, kok. Tidak mesti dijawab dan cukup dibaca saja artikel ini hingga tuntas.
Nah, mengutip dari Word Organisation for Animal Health /OIE dan The Center for Food Scurity and Public Health-IOWA Stated University, keduanya menyatakan bahwa virus PMK tidak bersifat zoonosis atau tidak dapar menular ke manusia. Sehingga daging, jeroan, atau susu dari hewan yang terkena PMK aman untuk dikonsumsi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Denny Widaya Lukman, seorang Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Beliau mengatakan bahwa bagian tubuh yang boleh dikonsumsi baik hewan yang tidak terkena PMK maupun yang terjangkit PMK sama saja. Sebab jenis virus ini hanya menyerang hewan dan tidak dapat berpindah untuk menyerang manusia. Sehingga beliau menyimpulkan bahwa desas-desus yang muncul di masyarakat terkait adanya bagian tubuh hewan yang terjangkit PMK yang tidak boleh dikonsumsi adalah keliru.
Akan tetapi jika Sobat Panrita masih merasa ragu mengonsumsi daging maupun susu hewan yang terjangkit PMK, maka silakan simak uraian berikut.
Sobat Panrita yang ingin mengonsumsi daging yang terjangkit PMK, harus mengikuti syarat yaitu bagian tubuh hewan yang akan dikonsumsi, seperti daging harus direbus terlebih dahulu di dalam air mendidih atau setidaknya pada suhu 70 derajat celcius selama 30 menit. Setelah itu baru dapat dilanjutkan dengan langsung mengolahnya menjadi makanan siap saji atau menyimpannya di dalam pendingin.
Hal ini juga terdapat dalam Surat Edaran Menteri Pertanian tentang pemotongan hewan di daerah wabah atau tertular PMK mengatur agar bagian-bagian sapi potong (kepala, kaki daerah kuku, jeroan, tulang dan buntut) di daerah wabah untuk direbus dalam air mendidih minimum 30 menit.
Nah, Sobat Panrita, dikarenakan virus PMK ini dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai media (bahkan juga dapat menyebar melalui angin), maka dalam penanganan daging dan bahan pangan asal hewan lainnya diperlukan beberapa tindakan untuk mencegah penyebaran virus tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Daging dan jeroan jangan dicuci terlebih dahulu sebelum diolah, tetapi yang pertana harus dilakukan adalah daging direbus di dalam air mendidih selama 30 menit. Supaya air bekas cucian daging dan jeroan mentah yang kemungkinan mengandung virus PMK tidak mencemari lingkungan dan dapat menjadi sumber penularan ke hewan lain.
2. Jika daging tidak akan langsung dimasak atau akan disimpan terlebih dahulu di freezer, maka daging beserta kemasannya lebih baik disimpan terlebih dahulu pada suhu dingin selama 24 jam, lalu dipindahkan ke freezer.
3. Jika membeli jeroan, maka sebaiknya pilih jeroan yang sudah direbus atau jika memang membeli jeroan yang belum direbus, sebaiknya rebus jeroan dalam air mendidih (≥70 derajat celcius) selama 30 menit sebelum diolah atau disimpan di dalam kulkas
4. Kemasan daging atau jeroan yang sudah sudah digunakan tidak langsung dibuang, tetapi sebaiknua direndam terlebih dahulu dalam larutan detergen atau pemutih pakaian, atau bisa juga dengan menggunakan cuka dapur sebelum dibuang untuk mencegah pencemaran virus ke ligkungan.
Lantas bagaimana penjelasan secara spesifik cara mencegah penyebaran melalui susu hewan yang terjangkit virus PMK?
Nah, Sobat Panrita, tidak jauh berbeda dengan daging atau jeroan, susu sapi atau susu kambing segar juga sebelum dikonsumsi atau sebelum diberikan kepada anak hewan, harus terlebih dahulu dipasteurisasi dengan cara memanaskan susu pada suhu 73 hingga 78 derajat celcius selama 15 menit atau pada suhu 82 hingga 85 derajat celcius selama 5 detik. Bisa juga susu langsung dipanaskan, tetapi begitu mendidih, api lalu dimatikan.
Bagaimana, Sobat Panrita? Jadi jangan ragu lagi yah? Yang jelas Sobat Panrita sudah memperhatikan beberapa hal di atas, maka silakan konsumsi daging sepuasnya. Karena protein yang terdapat pada daging akan membantu Sobat Panrita untuk tidak mudah bosan membaca artikel-artikel dari Zona Panrita dan juga berfungsi menguatkan jemari Sobat Panrita untuk menekan tombol share yang terdapat pada bagian bawah dari setiap artikel Zona Panrita.
Referensi:

0 Komentar