Mengapa Bendera Indonesia Berwarna Merah Putih?

Pengibaran Sang Saka Merah Putih (Credit: Wikipedia)

Hola, Sobat Panrita! Sebentar lagi kita akan sampai pada tanggal 17 Agustus loh. Biasanya memasuki bulan Agustus setiap tahunnya, warga negara Indonesia dimanapun berada akan mengibarkan bendera nasional, yang disebut sebagai Sang Saka Merah Putih.

Diberi nama dengan Sang Saka Merah Putih, karena bendera negara Indonesia terdiri atas 2 warna, yaitu warna merah dan warna putih

Lalu pertanyaannya adalah, kenapa sih warna bendera Indonesia itu merah dan putih?

Nah, Sobat Panrita, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, baiknya terlebih dahulu harus mengetahui apa pengertian dari bendera.

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bendera memiliki arti sebagai sepotong kain atau kertas segi empat atau segitiga (diikatkan pada ujung tongkat, tiang, dan sebagainya) dipergunakan sebagai lambang negara, perkumpulan, badan, dan sebagainya atau sebagai tanda; panji-panji; tunggul.

Oke, Sobat Panrita. Setelah mengetahui pengertian bendera, Zona Panrita akan langsung mengupas tuntas alasan di balik warna bendera negara kita, Indonesia tercinta ini.

Filosofi Warna Bendera Indonesia

Menurut Presiden Pertama Indonesia Soekarno, warna merah dan putih sangat kental dengan makna filosofis yang dikenal rakyat Nusantara sejak ribuan tahun lalu.

"Warna-warna itu tidak begitu saja diputuskan untuk Revolusi. Warna-warna itu berasal dari awal penciptaan manusia. Darah seorang wanita berwarna merah. Sperma seorang laki-laki putih. Matahari berwarna merah. Bulan berwarna putih," kata Soekarno seperti ditulis Cindy Adams dalam biografi Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat.

Kemudia Soekarno menambahkan bahwa tanah di Nusantara berwarna merah, sementara getah tumbuhan berwarna putih. Orang Jawa sudah menyajikan bubur merah putih selama ratusan tahun.

"Merah adalah lambang keberanian, Putih adalah lambang kesucian. Bendera kami sudah ada sejak 6.000 tahun lalu," lanjut Soekarno.

Sejarah Bendera Negara Indonesia

Warna merah dan putih pada bendera di Indonesia sudah ada sejak zaman kerajaan dan sebelum kemerdekaan. Seperti contoh, tahun 1928, para pelajar, kaum nasionalis, dan pemuda mengibarkan bendera merah putih ketika masa penjajahan Belanda. Lalu kemudian karena satu dan lain hal, Belanda melarang masyarakat Indonesia mengibarkan bendera merah putih tersebut.

Nah, untuk lebih jelasnya berikut Zona Panrita akan mengurakkan secara detail penggunaan warna merah dan putih pada bendera yang ada sejak zaman kerajaan di Nusantara.

Perang Aceh

Ketika terjadi peperangan di Aceh, para pejuang yang turun ke medan perang menggunakan umbul-umbul berwarna merah dan putih. Yang mana pada bagian belakang terdapat gambar pedang, matahari, bintang, bulan sabit, dan ayat suci Al Quran.

Kerajaan Bugis Bone

Pada zaman kerajaan Bugis Bone di Sulawesi Selatan juga sebelum masa Arung Palakka, menurut data historis memakai bendera merah dan putih. Bendera tersebut menjadi simbol kebesaran kerajaan.

Perang Jawa

Dalam Perang Jawa, Pangeran Diponegoro menggunakan panji berwarna merah dan putih bersama pasukannya. Dimana yabg kita ketahui beraama bahwa Perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berjuang untuk mengusir penjajah Belanda dari tanah Jawa.

Lalu, ada lagi penggunaan Bendera merah putih ketika kemerdekaan. Berikut penjelasannya.

Sejarah Bendera Merah Putih Ketika Kemerdekaan


Ketika masa penjajahan Jepang, tanggal 7 September 1944 Indonesia telah dijanjikan vahwa suatu saat pasti akan merdeka. Hal ini kemudian menjadi dasar bagi Chuuoo Sangi In untuk menyelenggarakan sidang tidak resmi pada 12 September 1944 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno.

Mengutip dari laman Cagar Budaya Kemdikbud, sidang tidak resmi tersebut membahas tentang lagu kebangsaan dan pemakaian bendera Indonesia. Hasil sidang ini lalu menjadi dasar panitia untuk membentuk bendera kebangsaan merah putih dan lagu Indonesia Raya.

Adapun penetapan ukuran bendera yaitu menggunakan perbandingan panjang dan lebar 3:2. Ukuran bendera Indonesia tersebut sama dengan ukuran bendera Nippon (Jepang).

Dari Mana Asal Kain Untuk Bendera Pertama Indonesia?

Ada dua versi yang beredar terkait hal ini, Sobat Panrita.

Versi Pertama

Sebagai kepala barisan propaganda Jepang (Sendenbu), Chairul Basri diperintahkan oleh Ir. Soekarno untuk mengambil kain dari gudang. Lalu kain tersebur dijahit oleh Fatmawati istri Soekarno dengan memadukan antara warna putih dan merah.

Versi Kedua

Pada 16 Agustus 1945, istri Soekarno, Fatmawati, sudah menyiapkan kain yang bagus untuk bendera merah putih. Namun, kain tersebut sangat kecil dengan panjang hanya 50 sentimeter.

Karena waktu yang mempet, Bu Fatmawati memutuskan untuk mencari kain di lemari. Tak lama kemudian, akhirnya ia menemukan kain putih dari kain sprei. Sementara kain merah ia dapat dari seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo yang dibeli dari penjual soto.

Dari dua versi tersebut, masing-masing dapat dipertanggung jawabkan, jadi terserah Sobat Panrita saja apakah sepakat dengan versi pertama atau versi kedua.

Bendera merah putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati tersebut kemudian dikibarkan ketika Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945, yang dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Adapun yang bertindak sebagai pengibar bendera merah putih adalah Latief Hendraningrat dan Suhud.

Mungkin Sobat Panrita juga bertanya-tanya, kenapa sih bendera negara kita sangat identik dengan bendera negara Monaco?

Yap, bendera negara Monaco juga memiliki merah dan putih, dengan warna merah terletak di atas dan warna putih di baaah yang memang sekilas nampak sama persis dengan bendera negara Indonesia.

Bendera Negara Indonesia dan Bendera Monaco (Credit: Metanoiac)

Akan tetapi, jika Sobat Panrita memperhatikan dengan lebih cermat lagi, ternyata ada loh perbedaan antara keduanya. Nah, ternyata perbedaan antara bendera Indonesia dan bendera Monaco terletak pada dimensinya (rasio lebar dan panjang). Dimana bendera Indonesia memiliki rasio 2:3 sedangkan bendera Monaco memiliki rasio 4:5.

Adapun secara lebih jelasnya, Sobat Panrita dapat membaca uraian di bawah ini tentang ketentuan ukuran bendera Merah Putih.

Ketentuan Ukuran Bendera Merah Putih

• 200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;

• 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;

• 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;

• 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;

• 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;

• 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;

• 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;

• 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;

• 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;dan

• 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.

Nah, bagaimana, Sobat Panrita, sudah tahu kan alasan di balik pemberian warna pada bendera Indonesia? Butuh perjuangan dan pengorbanan dari Bapak Bangsa kita. Oleh karena itu kita harus bersama-sama menjaga bendera Indonesia.

Referensi

[Kata Data] https://katadata.co.id/amp/safrezi/berita/61c16784493c3/sejarah-bendera-indonesia-dan-makna-warna-merah-putih

[Liputan 6]
https://m.liputan6.com/citizen6/read/3621448/tak-banyak-yang-tahu-ini-alasan-mengapa-bendera-indonesia-merah-putih

[Pikiran Rakyat] https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-015237207/filosofi-bendera-merah-putih-lambang-negara-republik-indonesia?page=2

0 Komentar