Pentingkah Inreyen Untuk Sepeda Motor Baru?


Hola, Sobat Panrita. Bagaimana perasaan sobat jika baru saja memperoleh sepeda motor baru? Senang, sedih, atau malah menangis meraung-raung? Hmm, pastinya setiap orang punya cara berbeda-beda dalam mengekspresikan kegembiraan, bukan? Namun sebelum Sobat Panrita terlalu semangat mengekspresikan diri karena baru saja mendapatkan berkah sepeda motor baru, ada hal yang jauh lebih penting untuk sobat panrita ketahui. Karena kalau Sobat Panrita abai akan satu hal ini, maka bisa jadi kegembiraan sobat panrita akan berganti keaedihan yang sangat dalam.

Nah pada artikel kali ini, Zona Panrita akan berbaik hati untuk membahas hal penting tersebut yang juga merupakan salah satu hal menarik tetapi sering diabaikan dalam dunia otomotif.

Sobat Panrita pasti sering mendengar istilah inreyen (Bahasa Konjo: Anrayyang) untuk sepeda motor yang baru dibeli, bukan?

Nah, Sobat Panrita pasti bertanya-tanya, apa sih inreyen itu? Lalu, apakah inreyen memang penting untuk sepeda motor baru?

Zona Panrita akan membahas hal tersebut.

Inreyen itu, apa sih?

Secara bahasa, Inreyen ternyata berasal dari bahasa Belanda inrijden yang berarti menancapkan. Nah dalam bahasa Inggris inreyen disebut sebagai break-in. Secara terminologi, inreyen merupakan sebuah istilah dalam dunia otomotif yang berarti masa penyesuaian kendaraan bermotor. Penyesuaian ini berguna untuk untuk membersihkan komponen-komponen kendaraan bermotor dari sisa bahan yang digunakan pada saat perakitan.
Tujuan lain dari inreyen ini adalah agar komponen dalam mesin bisa segera beradaptasi agar dapat bekerja secara optimal di masa mendatang. Karena telah menjadi sebuah asumsi bahwa sepeda motor yang baru keluar dari pabrik belum siap 100 persen digunakan, sehingga penyesuaian yang dimaksud sangat dibutuhkan.

Lalu, apakah Inreyen Penting Untuk Sepeda Motor Baru?

Nah, untuk pertanyaan yang satu ini, ada dua pendapat yang terserah Sobat Panrita mau pilih yang mana.

Yang pertama adalah, pendapat yang mengatakan bahwa inreyen untuk sepeda motor saat ini sudah tidak relevan. Alasannya karena semua pabrikan sudah merakit sepeda motor agar bisa langsung siap digunakan sehingga tidak perlu lagi untuk dilakukan penyesuaian. Adapun yang kedua adalah pendapat yang mengatakan bahwa sepeda motor baru harus tetap melalui masa inreyen, hal ini karena sebagus apapun sebuah pabrikan sepeda motor, dalam perakitannya pasti akan menyisakan bahan yang dapat mengganggu kestabilan sepeda motor. Selain itu, dengam melakukan inreyen, juga dapat membuat usia pakai komponen sepeda motor dapat lebih panjang.

Kalau Sobat Panrita sendiri, mau pilih yang pertama atau yang kedua? Bagi Sobat Panrita yang lebih memilih pendapat pertama, ketika punya sepeda motor baru, langsung tancap gas aja, ya kan? Akan tetapi bagi Sobat Panrita yang merasa lebih setuju dengan pendapat kedua, maka pastikan pada saat inreyen, harus memperhatikan hal-hal penting berikut.

Hal Yang Harus diperhatikan Pada Masa Inreyen Sepeda Motor Baru

1. Menjaga Kecepatan Sepeda Motor Agar Selalu Stabil

Pertama, dan yang harus Sobat Panrita lakukan adalah dengan selalu menjaga kecepatan motor Anda secara stabil selama 500 km pertama. Dalam tahap ini, Sobat Panrita harus sabar ketika menarik gas.

Penarikan gas harus dilakukan secara perlahan agar oli mesin bisa tersebar melalui celah atau rongga pada komponen mesin secara merata. Kareba jika Sobat Panrita langsung memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi secara tiba-tiba, maka komponen mesin motor Anda bisa jadi lebih cepat rusak karena adanya gesekan yang terjadi antar komponen.

2. Jangan Melakukan Pengereman Mendadak

Berikutnya, perhatikan cara melakukan pengereman selama berkendara selama masa inreyen motor baru Anda. Hindari pengereman secara mendadak saat sedang mengendarai motor baru yang belum mencapai 500 km. Hal ini perlu dilakukan demi mencegah kampas rem agar tidak cepat aus.

3. Tetapkan RPM sesuai Standar Pabrik

Yang kedua yang harus Sobat Panrita perhatikan adalah mempertahankan kestabilan Revolution per Minute (RPM) kendaraan Sobat Panrita sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pihak pabrik. Biasanya, untuk 500 km pertama hanya dibatasi maksimal 50 km/jam dan selanjutnya bisa dikendarai pada kecepatan 80 km/jam. Ketika masa inreyen selesai, barulah Sibat Panrita bisa memacu kendaraan sepeda motor pada kecepatan dan titik RPM tinggi dan tentunya sesuai dengan kebutuhan Sobat Panrita.

4. Jangan Membawa Beban yang Terlalu Berat

Selanjutnya, hal yang perlu Sobat Panrita perhatikan selama masa inreyen motor adalah agar menghindari membawa beban yang terlalu berat pada jok belakang. Sebab, adanya beban yang terlalu berat pada sepeda motor tentu saja akan membuat komponen mesin motor bekerja lebih keras dalam masa adaptasi.

5. Perhatikan Teknik Penarikan Gas

Selanjutnya, selalu jaga teknik penarikan gas selama masa inreyen motor Sobat Panrita. Sebaiknya, tarik gas secara bertahap dan pelan-pelan saja selama berkendara. Hal ini juga akan memengaruhi kinerja V-Belt (khususnya pada motor matic) dan rantai (pada sepeda motor manual) yang berfungsi sebagai penggerak pada sepeda motor. Jika jumlah waktu berkendara Sobat Panrita sudah menyentuh 1000 km, jangan lupa untuk melakukan penggantian oli. Setelahnya, Sobat Panrita bisa melakukan teknik penarikan gas sesuai kebutuhan.

6. Terakhir, Lakukan Service Rutin ke Bengkel Resmi

Hal terakhir yang perlu dan paling penting Sobat Panrita lakukan adalah melakukan servis rutin ke bengkel resmi. Pastikan untuk selalu melakukan servis tepat waktu, sesuai dengan buku panduan bawaan dari motor Anda.

Bagaimana, Sobat Panrita? Masih mau tinggal menangis meraung-raung atau mau langsung tancap gas, nih? Test Drive, Yuk.

Referensi:

[Grid Oto] https://www.google.com/amp/s/www.gridoto.com/amp/read/221017579/begini-cara-inreyen-motor-baru-yang-benar

[Kompas] https://amp.kompas.com/otomotif/read/2022/02/14/173100515/inreyen-pada-motor-baru-sudah-tidak-relevan

[My Pertamina] 
https://mypertamina.id/penting-lakukan-tips-berikut-pada-masa-inreyen-motor-anda

0 Komentar