Mengenal Trio Filsuf Besar Zaman Yunani Kuno

Kuil Parthenon persembahan untuk Dewi Athena
Sumber Gambar: Kompasiana

Siapa yang tidak mengetahu peradaban Yunani Kuno?

Ya, peradaban Yunani Kuno merupakan sebuah peradaban yang ditengarai sudah mulai terbentuk sekitar 3000 SM, dan merupakan gabungan dari kebudayaan Mycena, Pulau Kreta dan Hellas. Yunani Kuno banyak dikenal dengan berbagai peradaban yang kerap dijadikan sebagai rujukan di era modern ini, seperti dari segi arsitektur yang banyak diadopsi saat ini. Dalam proses perkembangannya, Yunani Kuno tidak hanya dikenal dari sisi arsitekturnya saja, tetapi kita juga mengetahui bahwa peradaban Yunani Kuno melahirkan banyak sekali tokoh yang berpengaruh di dunia, salah satunya tokoh filsafat.

Filsafat sendiri menurut Immanuel Kant adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup didalamnya empat persoalan yaitu:

  • Apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika).
  • Apakah yang boleh kita kerjakan? (dijawab oleh agama).
  • Sampai dimanakah pengharapan kita? (dijawab oleh etika).
  • Apakah yang dinamakan manusia? (dijawab oleh filsafat antropolog).

Lalu apa yang dimaksud dengan filsuf?

Jika dilihat dari pengertiannya, filsuf merupakan sebutan untuk seorang yang ahli dalam filsafat. Jika filsafat diartikan secara harfiah yaitu sebagai cinta akan kebijaksanaan, maka ahlinya dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki banyak pengetahuan tentang cinta. Namun, yang perlu diketahui abhwa seorang ahli filsafat memiliki peran yang lebih dari itu. Ahli filsafat atau filsuf ini merupakan orang-orang yang secara aktif berpikir kritis dan terlibat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan besar yang sulit untuk dipecahkan.

Nah, Sobat Panrita, terdapat tiga tokoh filsafat yang disebut sebagai trio filsuf besar pada masa Yunani Kuno, yaitu Socrates, Aristoteles, dan Plato. Berikut ini akan dipaparkan oleh Zona Panrita mengenai trio filsuf besar tersebut beserta pemikirannya.

Socrates

Socrates
Sumber Gambar: darus.id
Socrates (469-399 SM) sering disebut sebagai Bapak Filsafat Barat, yang mengajarkan tentang etika dan kesusilaan. Socrates banyak mengajarkan agar manusia bisa membedakan hal-hal yang benar atau salah, baik atau buruk, dan adil atau tidak adil.

Salah satu kutipan paling terkenal dari Socrates adalah "Satu-satunya kebijaksanaan sejati adalah mengetahui bahwa Anda tidak mengetahui apa-apa".

Di akhir hidupnya, Socrates meninggal dunia karena dihukum mati. Ia dipaksa minum racun karena dituduh sudah merombak dasar-dasar etika masyarakat Yunani Kuno serta tidak percaya kepada para dewa yang sudah disembah sejak zaman nenek moyang.

Plato

Plato
Sumber Gambar: darus.id
Plato lahir di Athena pada 427 SM. Salah satu karyanya di bidang filsafat adalah buku berjudul Republica. Buku tersebut menjelaskan tentang kedudukan wanita yang harus diangkat. Dalam hidupnya, Plato mendirikan sebuah pusat pendidikan bernama Academus atau Akademi di kawasan hutan kecil Akademe. Plato juga pernah membuat konsep tentang Tuhan. Bagi Plato, Tuhan merupakan jiwa alam semesta, yang artinya adalah ajaran Tuhan sebagai sumber utama dari semua gerakan yang ada di alam semesta. Ilmu filsafat yang dikuasai Plato sendiri ia pelajari dari guru-gurunya, yaitu Socrates, Pythagoras, dan Heraclitus. Selain ide tentang Tuhan, Plato juga berpendapat bahwa ada tiga level hakikat manusia, aktivitas nafsu, pengindraan, kehendak, intelegensi, dan akal. 

Salah satu kutipan Plato yang terkenal adalah "Orang bijak berbicara karena mereka mempunyai sesuatu untuk dikatakan, orang bodoh berbicara karena mereka ingin mengatakan sesuatu".

Selama 40 tahun Plato mengabdikan diri untuk mengajarkan ilmu-ilmu filsafat, sampai ia meninggal dunia pada usia 81 tahun, 347 SM.


Aristoteles

Aristotheles
Sumber Gambar: Kompas
Aristoteles (385-323 SM) merupakan murid dari Plato sekaligus guru Aleksander Agung dari Makedonia. Tokoh filsafat Yunani Kuno ini juga ahli dalam bidang ilmu biologi dan ketatanegaraan. Salah satu hasil karyanya yang terkenal adalah Klasifikasi Flora dan Fauna.

Selain itu, pada bidang ketatanegaraan, Aristoteles berjasa dalam mengemukakan bahwa sistem pemerintahan yang baik yaitu mengutamakan kesejahteraan rakyatnya.

Kutipan paling terkenal dari Aristoteles adalah "Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang kali. Dengan demikian, kecemerlangan bukan tindakan, tetapi kebiasaan".

Satu lagi bonus untuk Sobat Panrita, yaitu seorang filsuf yang mengawali sejarah filsafat Barat dan juga dikenal sebagai pendiri mazhab filsafat alam semesta (cosmos).

Siapa dia?

Thales

Thales
Sumber Gambar: Jago Kata
Thales (624-546 SM) adalah filsuf yang mendirikan mazhab filsafat alam semesta (cosmos). Filsafat kosmos dikenal sebagai kosmologi yang mengajarkan bahwa unsur tunggal (prinsip utama) yang menjadi dasar perubahan atau membentuk alam semesta. Bahkan, Thales dijuluki sebagai Bapak Filsafat Yunani, yang pernah mengemukakan pendapat bahwa bumi itu berasal dari air. Thales juga dikenal sebagai ahli matematika dan astronomi, yang juga aktif dalam bidang politik serta geometri.

Thales mengembangkan ilmu matematika dan astronomi dengan menjelaskan pendapatnya bahwa bulan bisa bersinar karena pantulan cahaya matahari. Ia juga menjadi pelopor perhitungan terjadinya gerhana matahari.

Nah, Sobat Panrita, itulah sekilas pembahasan tentang filsuf disertai dengan alirannya masing-masing. Jika Sobat panrita berkenan dengan artikel ini, maka silakan mengklik tombol berbagi yang terdapat di bagian bawah artikel. Sobat Panrita juga dapat memberika saran dan masukan mengenai postingan yang ingin dibahas dalam blog Zona Panrita melalui kolom komentar di bawah.

Referensi Artikel:

[1] Kompas

[2] Kata Data

0 Komentar